Ketua YLBHI Bidang Advokasi M. Isnur [suara.com/Maidian Reviani]
Ketua Advokasi YLBHI Muhammad Isnur juga menyinggung kasus yang menimpa dua YouTuber asal Kota Medan yang terjerat pidana berdasarkan UU ITE.
Menurut Isnur, YLBHI melihat keduanya sebagai korban. “Dia korban, dia itu warga negara yang secara konstitusi, secara undang-undang itu dijamin kebebasan menyampaikan pendapatnya,” kata Isnur saat, Rabu (14/4/2021) malam.
“Itu dijamin benar,” ucapnya.
Kasus YouTuber Medan menambah deretan korban UU ITE
Isnur mengatakan, kasus yang menimpa dua YouTuber Medan menambah deretan kasus baru korban UU ITE.
"Mereka menyuarakan tentang masalah sesuatu di sekitarnya dan dibungkam terutama oleh aparat," kata Isnur melalui telepon.
“Ini memperpanjang temuan-temuan kami bahwa undang-undang ITE memang dipakai oleh aparat untuk membungkam masyarakat yang kritis,” ujarnya lagi.
Kritik YLBHI terhadap UU ITE
Isnur mengatakan ada beberapa pasal dalam UU ITE yang paling genting untuk segera direvisi jika UU ini masih akan digunakan. Isnur mengatakan pasal 27, 28, dan 29 dalam UU ITE paling sering digunakan untuk membungkam publik.
“Harusnya sebenarnya kan ini suara masyarakat ya, harusnya justru diapresiasi bukan dilaporkan seperti itu,” kata Isnur.
Isnur menilai, seharusnya kedua YouTuber itu mendapat perlindungan hukum. "Karena mereka membongkar sesuatu yang disembunyikan secara busuk di belakang," kata Isnur lagi.
YouTuber di Medan dihukum penjara berdasarkan UU ITE
Dua YouTuber Medan, Joniar Nainggolan dan Benni Eduward Hasibuan divonis delapan bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Medan pada Senin, 12 April 2021.
Kedua YouTuber ini dikenal sebagai content creator yang kerap mengecam polisi di channel YouTube-nya. Mereka harus berhadapan dengan hukum sejak mengunggah video polisi diduga menunggak pajak.
Kasus tersebut bermula pada 11 Agustus 2020, saat keduanya mendatangi Kantor Samsat Putri Hijau Medan dan mengecek plat nomor mobil yang diparkir di belakang kantor Samsat secara online.
Dari aksi tersebut, mereka menemukan beberapa kendaraan yang diduga sebagai penunggak pajak, tidak ditemukan datanya, dan ada pula yang diduga bodong. Temuan itu kemudian diunggah ke saluran YouTube keduanya.
Dalam siaran langsungnya, keduanya mengatakan ada kendaraan milik petugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara yang tidak patuh pajak.
Situs Domino QQ Online | Agen Domino Qiu Qiu Online | Judi Domino QQ Online | Diamondqq





No comments:
Post a Comment