SELAMAT DATANG DI DIAMONDQQ. DAPATKAN FREE COIN 20.000 UNTUK DEPOSIT PERTAMA MINIMAL DEPOSIT 20.000

Thursday, October 14, 2021

Serangan Siber Membuat Netizen Mengalami Stres

 Serangan Siber Membuat Netizen Mengalami Stres



Diamond QQ - Serangan siber yang berakhir dengan kebocoran data pribadi menjadikan pengguna internet lebih stres.

Kesimpulan ini berdasarkan survei yang diselenggarakan oleh Kaspersky terhadap pengguna internet di Amerika Serikat dan Kanada. Dalam survei tersebut, 70% dari 2500 pengguna internet menjadi lebih stres ketika membaca berita mengenai pembobolan data pribadi.


Di sisi lain, lebih dari setengah responden mengatakan bahwa penggunaan layanan onlinenya meningkat selama pandemi COVID-19 dan 56% mengaku jika dunia maya menjadi sumber atas stres yang mereka alami. Lalu 25% responden menyebutkan bahwa waktu onlinenya meningkat secara pesat selama pandemi.


Angka tersebut meningkat jauh lebih tinggi bagi para milenial, yang mana 64 persen mengaku terdapatnya peningkatan penggunaan internet dibanding 45 persen bagi Baby Boomers, demikian dikutip dari Zdnet, Jumat (24/9/2021).


Menariknya, angka tingkat stres ini menurun ketimbang laporan sebelumnya, yakni pada tahun 2018 dan 2019 silam. Pada 2018, hampir 80 persen dari responden menyatakan bahwa kebocoran data membuat mereka jadi stres, lebih tinggi 7 persen ketimbang 2021. Lalu 60 persen responden juga menganggap bahwa ransomware merupakan ancaman utama.


Walaupun tingkat stres meningkat namun banyak juga responden yang merasa semakin percaya diri dalam menghadapi serangan siber. 36 persen Responden menyatakan bahwa mereka sudah siap menghadapi serangan siber dan 23 persen mengaku belum siap untuk menghadapi serangan siber.


Sayangnya hanya 30 persen responden yang menyatakan telah menggunakan platform perlindungan tambahan untuk melindungi data pribadi dan perangkatnya dari serangan siber.


Menurut CEO ThreatModeler Archie Agarwal, temuan dari laporan ini memperlihatkan jika kelakuan responden yang berkebalikan. Yang mana mereka takut menjadi korban serangan siber tetapi tidak mengambil langkah apapun untuk memproteksi dirinya.


Contohnya ialah 64 persen responden lebih takut rekening banknya diakses secara ilegal daripada mereka kehilangan pekerjaan. Tetapi 44 persen responden tak memproteksi ponselnya dengan PIN.


"Dengan banyaknya pemakaian mobile banking, hal ini sangat membingungkan. Jadi ketakutan bukanlah motivator yang baik untuk mengambil aksi dan organisasi seharusnya tak lagi memakai ketakutan untuk memotivasi karyawannya supaya menjaga keamanan datanya dan mencari cara lain yang lebih positif," ucap Agarwal.


Situs Domino QQ Online | Agen Domino Qiu Qiu Online | Judi Domino QQ Online | Diamond QQ

No comments:

Post a Comment