SELAMAT DATANG DI DIAMONDQQ. DAPATKAN FREE COIN 20.000 UNTUK DEPOSIT PERTAMA MINIMAL DEPOSIT 20.000

Friday, October 8, 2021

Bagaimana Nasib Baterai Mobil Listrik Yang Sudah Tidak Bisa Digunakan?

 

Gambar : Ilustrasi


Diamond QQ - Mobil listrik semakin diminati di seluruh dunia karena keunggulan yang dijanjikan, mulai dari efisiensi, kepraktisan, dan ramah lingkungan dibandingkan mobil konvensional. Lalu bagaimana dengan baterai-baterai mobil listrik yang sudah habis usia pakai dan tak bisa digunakan lagi?


Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Makmur menjelaskan, pengemudi mobil listrik tidak perlu khawatir dengan ancaman polusi baterai dari mobil listrik bekas.


"Hyundai secara global telah melakukan berbagai riset dan juga membangun kemitraan dalam mengembangkan mobil yang ramah lingkungan. Salah satunya juga berkolaborasi dengan mitra strategis global dalam mengelola proses daur ulang dari baterai yang digunakan oleh mobil listrik Hyundai," kata Makmur.


Bukan hanya Hyundai yang menyiapkan pengolahan aki bekas. Nissan dan Volkswagen juga memiliki inisiatif serupa dalam penanganan limbah baterai bekas.


Nissan mengatakan bahwa alih-alih dihancurkan untuk mengambil bahan baku, Nissan memilih untuk menggunakan kembali baterai mobil listrik mereka bekerja sama dengan 4R Energy.


Pertama, aki mobil listrik yang umurnya sudah habis dikategorikan menjadi tiga tingkatan dari A sampai C. Tipe A merupakan sisa aki mobil listrik yang masih cukup bagus dan masih bisa digunakan kembali sebagai aki mobil listrik.


Sedangkan sisa baterai mobil listrik tipe B masih cukup baik digunakan untuk penyimpanan energi yang lebih kecil. Sedangkan sisa baterai mobil listrik tipe C masih cukup baik untuk penyimpanan energi darurat seperti genset.


Nissan juga akan berjanji bahwa sisa baterai mobil listrik yang baik akan memberikan nilai yang lebih baik. Tentunya hal ini akan lebih menarik dari sekedar membelinya sebagai barang bekas atau limbah.


Solusi ini setelah diuji oleh 4R di pulau Yumeshima. Di lepas pantai Osaka, percobaan dilakukan dengan menggunakan baterai lithium-ion dari 16 mobil listrik untuk mengatasi fluktuasi energi dan menyimpan energi yang dikumpulkan oleh pembangkit listrik tenaga surya di sana.


Berkat mobil listrik seperti Leaf, yang merayakan hari jadinya yang kesepuluh, proyek seperti ini sangat mungkin untuk ditingkatkan. Tidak hanya berhenti pada penggunaan kembali baterai mobil listrik, Nissan juga bergabung dengan produsen mobil lain seperti VW dalam menemukan cara untuk mendaur ulang baterai EV.


Untuk diketahui, baterai lithium-ion membutuhkan banyak komponen yang sulit ditemukan. Meskipun produsen mobil listrik tidak selalu mengungkapkan dampak lingkungan yang sebenarnya dari mobil listrik mereka, memusatkan daur ulang ini setidaknya dapat mengurangi risiko pencemaran lingkungan.


Grup Volkswagen berharap untuk mendaur ulang hingga 90% dari bahan baterainya di masa depan. Pabrikan asal Jerman itu sudah memulai langkah awal di pabriknya untuk mendaur ulang baterai mobil listrik.


Pabrik Volkswagen dapat mendaur ulang baterai yang tersisa untuk penggunaan lain. Namun, pabrik akan membongkar baterai yang habis dan memulihkan bahan baku, seperti lithium, nikel, mangan, dan kobalt.


"Grup Volkswagen telah mencapai langkah lebih lanjut dalam tanggung jawab yang berkelanjutan untuk baterai sebagai komponen kunci mobilitas listrik," kata Ketua Dewan Manajemen Komponen Grup Volkswagen, Thomas Schmall seperti dikutip dari Carscoops waktu itu.


"Kami menerapkan siklus bahan daur ulang yang berkelanjutan dan memainkan peran perintis dalam industri untuk masalah berorientasi masa depan dengan potensi besar untuk perlindungan iklim dan pasokan bahan baku," lanjutnya.


Proses yang digunakan untuk memproses ulang baterai lithium juga aman, tidak menggunakan proses yang juga menghasilkan polusi. Baterai dibongkar dan digiling menjadi bubuk hitam yang kemudian diproses dengan proses hidrometalurgi.


"Akibatnya, komponen penting dari sel baterai lama dapat digunakan untuk menghasilkan bahan katoda baru. Dari penelitian, kami tahu bahwa bahan baku baterai daur ulang sama efisiennya dengan yang baru. Di masa depan, kami bermaksud mendukung produksi sel baterai kami dengan materi yang kami pulihkan. Mengingat bahwa permintaan baterai dan bahan mentah terkait akan meningkat secara drastis, kami dapat memanfaatkan setiap gram bahan daur ulang untuk digunakan dengan baik," jelas Kepala Pengembangan Teknis & E-Mobilitas Unit Bisnis Volkswagen, Mark Möller.


Dalam perhitungan mereka, daur ulang baterai lithium ini dapat menyelamatkan lingkungan dari 1,3 ton CO2. 



Situs Domino QQ Online | Agen Domino Qiu Qiu Online | Judi Domino QQ Online | Diamond QQ

No comments:

Post a Comment