SELAMAT DATANG DI DIAMONDQQ. DAPATKAN FREE COIN 20.000 UNTUK DEPOSIT PERTAMA MINIMAL DEPOSIT 20.000

Sunday, July 11, 2021

Memahami Apa itu Erotomania, Yakini Seseorang Mencintainya Padahal Tidak

 Ilustrasi, sumber foto: unsplash.com/Alex Bocharow

DIAMOND QQErotomania adalah gangguan yang membuat seseorang percaya atau sangat percaya bahwa seseorang jatuh cinta padanya. Namun, ini tidak benar. Bahkan, penderita gangguan jiwa ini juga bisa berasumsi ada orang terkenal yang jatuh cinta padanya.

Penderita erotomania memiliki keyakinan yang kuat bahwa dirinya sedang disukai oleh seseorang meskipun orang tersebut tidak mengenal atau belum pernah bertemu dengan penderitanya.

Hanya berfantasi, mendengar berita, atau melihat media sosial seseorang sudah cukup untuk memicu gangguan delusi erotomania. Gangguan jiwa ini lebih banyak dialami oleh wanita, namun bukan tidak mungkin pria juga mengalaminya.


Berbagai Penyebab Erotomania

Hingga saat ini, belum ada alasan yang jelas mengapa seseorang bisa mengalami erotomania. Namun, kelainan ini dapat disebabkan oleh faktor genetik, biologis, psikologis, dan lingkungan.

Tidak hanya itu, erotomania juga sering muncul akibat gangguan mental tertentu, seperti:

  • Skizofrenia
  • Gangguan bipolar
  • Gangguan skizoafektif
  • Depresi
  • Gangguan kepribadian, seperti gangguan kepribadian ambang

Beberapa penelitian juga menyatakan bahwa erotomania dapat terjadi sebagai cara seseorang untuk mengontrol stres dan trauma berat yang dialaminya. Selain itu, penyakit tertentu, seperti tumor otak atau penyakit Alzheimer, juga dapat menimbulkan gejala erotomania.


Memahami Gejala Erotomania

Selain terlalu yakin seseorang mencintai dirinya, ada beberapa gejala lain yang bisa dialami penderita erotomania, antara lain:

  • Berbicara tentang orang-orang yang diyakini mencintai diri sendiri terus-menerus
  • Menghabiskan waktu untuk mencari tahu dan memikirkan orang yang dianggap mencintainya
  • Mencoba berkomunikasi dengan orang yang diyakini mencintainya, baik dengan menelepon, mengirim surat dan pesan teks, atau memberi hadiah
  • Merasa iri dengan orang lain yang dianggap menjalin hubungan dengan orang yang diyakininya jatuh cinta padanya
  • Merasa bahwa orang yang dianggap mencintainya berusaha berkomunikasi secara rahasia dengannya melalui penampilan, gerak tubuh, hingga status media sosial
  • Menguntit atau terobsesi dengan orang yang dianggap menyayanginya

Pada pasien erotomania yang juga memiliki gangguan jiwa, seperti skizofrenia atau gangguan bipolar, akan sering muncul gejala psikosis.

Kondisi ini ditandai dengan delusi atau delusi yang memburuk secara tiba-tiba, munculnya energi berlebih, berbicara sangat cepat, sulit tidur, hingga berani melakukan tindakan berbahaya demi orang yang diyakini mencintainya.


Cara Mengatasi Erotomania

Untuk mengobati gangguan delusi erotomania, diperlukan pemeriksaan psikiatri oleh psikolog atau psikiater. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan diagnosis erotomania dan menentukan apakah ada gangguan jiwa lain yang menyertainya.

Secara umum, ada dua jenis pengobatan untuk erotomania, yaitu psikoterapi dan pemberian obat, yang bertujuan untuk mengobati gejala delusi dan psikosis pada pasien.


Psikoterapi

Psikoterapi dilakukan agar pasien bisa lebih leluasa membicarakan gejala dan apa yang dirasakannya. Melalui terapi ini, pasien akan diarahkan untuk memahami dan memecahkan masalah yang dihadapinya dengan lebih baik.

Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy) juga dapat dilakukan agar pasien dapat memahami kondisi yang dideritanya, sehingga mampu mengontrol gejala yang ada. Terapi ini juga dapat membantu pasien erotomania menjadi lebih sadar akan kenyataan dan mengendalikan gejalanya.


Pemberian obat-obatan

Selain psikoterapi, dokter mungkin juga meresepkan obat antipsikotik, seperti pimozide, risperidone, olanzapine, dan clozapine, untuk mengobati gejala psikotik yang menyertai erotomania. Obat ini juga dapat diberikan untuk mengobati skizofrenia.

Selain itu, jika erotomania terjadi karena gangguan bipolar atau depresi, dokter dapat meresepkan obat antimania dan antidepresan untuk mengatasi kondisi tersebut.

Erotomania bisa sulit diobati karena penderitanya terkadang tidak menyadari bahwa mereka menderita gangguan delusi. Oleh karena itu, kesadaran dan dukungan dari orang terdekat pasien memiliki peran penting dalam mengatasi erotomania.

No comments:

Post a Comment